Jika cobaan kita sepanjang suangai.........maka kesabaran kita harus seluas samudra, jika pengurbanan kita seluas bumi....., keikhlasan kita harus seluas angkasa membentang

Kamis, 24 November 2011

ESQ mendasari perencanaan masadepan

Seorang individu dapat dikatakan sukses apabila ia dapat mewujudkan dirinya dalam kemandirian, serta dapat berbuat sesuatu untuk orang lain. Dengan kata lain, individu dikatakan sukses apabila ia berguna bagi dirinya sendiri dan orang lain. Kesuksesan individu dapat diperoleh pada bidang akademis, sosial atau karier.
Kesuksesan akademis, merupakan keberhasilan individu dibidang akademis, artinya seseorang yang telah berhasil menyelesaikan jenjang pendidikannya sampai dengan perguruan tinggi ( S1, S2, S3 ). Kemudian dengan keahliannya tersebut ia dapat berkarya dan hasilnya dapat dimanfaatkan dan diakui orang lain, contoh : Dokter, Designer, Guru, Profesor, dan sebagainya.
Kesuksesan non akademis, merupakan keberhasilan individu dibidang non akademis,  artinya seseorang yang telah berhasil dalam kehidupannya secara sosio – ekonomis, tanpa melalui jenjang pendidikan perguruan tinggi, namun hanya melalui kursus atau pelatihan singkat praktis, kemudian dapat berkarya dan hasilnya dapat dimanfaatkan dan diakuai orang lain, contoh : perbengkelan, penjahit, salon, dan sebagainya.
Kesuksesan talenta, merupakan keberhasilan individu yang diperoleh dari bakat yang dimilikinya, sehingga dengan kelebihannya tersebut individu dapat sukses dalam kehidupannya secara sosial ekonomi, contoh : Rudi Hartono sukses melalui bakat bulu tangkis, Krisdayanti sukses melalui bakat menyanyi dan sebagainya.
Kesuksesan pengalaman, merupakan keberhasilan individu yang diperoleh melalui pengalaman hidupnya, yang kemudian diterapkan untuk meningkatkan taraf hidupnya secara sosial ekonomi, contoh : Gudeg Bu Citro, Ayam Goreng Suharti, dan sebagainnya.
Dari uraian diatas dapat dilihat bahwa, kesuksesan tidak diperoleh dengan sendirinya, tetapi melalui kerja keras dan usaha yang sungguh – sungguh. Dalam ssalah satu fiman dalan agama Islam dikatakan bahwa Tuhan tidak akan mengubah naib suatu kaum kecuali atas usaha yang dilakukannya. Namun demikian hal tersebut tidaklah cukup, setiap usaha harus diawali dengan berdoa, disyukuri pasa setiap keberhasilannya, dan disertai dengan kepercayaan terhadap takdir dari Tuhan Yang Maha Esa. Manusia boleh berusaha tetapi Tuhanlah yang akan menentukan hasilnya.



A.    Dimensi IQ, EQ, dan  SQ pada satu garis orbit @ God Spot @

Secara garis besar manusia memiliki 3 ( tiga ) macam kecerdasan, yaitu : Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Emosional, dan Kecerdasan Spiritual.
Kecerdasan Intelektual, yaitu : keseluruhan kemampuan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif dengan menggunakan logika/ rasio. Satuan Kecerdasan Intelegensi disebut IQ ( Intellegency Quotient ).
Kecerdasan emosi, diartikan sebagai kemampuan untuk memotivasi diri sendiri  dan bertahan menghadapi frustasi; mengendalikan dorongan hati dan tidak melebih – lebihkan kesenangan; mengatur suasana hati dan menjaga agar tidak stres; tedak melumpuhkan  kemampuan berfikir serta berempati dan berdoa ( Sukidi, 2002 ). Satuan Kecerdasan Emosi disebut ( Emotional Quotient ).
Kecerdasan Spiritual, diartikan sebagai kemampuan individu dalam menjalin hubungan dengan Tuhannya; memungkinkan individu berfikir secara kreatif, berwawasan jernih dan berisikan suara hati, menghidupkan kebenaran paling dalam, mewujudkan hal yang terbaik, utuh dan manusiawi dalam batin; gagasan, energi, visi, dorongan dan arah panggilan hidup mengalir dari dalam. Suatu kesadaran yang hidup bersama cinta, pencarian manusia akan makna hidup yang arif dan bijak secara spiritual, dapat menyikapi segala sesuatu leih jernih dan benar sesuai hati nurani ( Ary Ginanjar, 2004 ). Kecerdasan Spiritual disebut Spiritual Quotient (SQ).
Kecerdasan emosi (EQ) berbeda dengan kecerdasan kognitif (IQ). Kecerdasan kognitif relatif tidak berubah, sedangkan kecerdasan emosi dapat ditingkatkan melalui pelatihan dan pembiasaan yanga berkelanjutan serta aktivitas sehari – hari. Yang menjadi pertanyaan adalah faktor manakah yang lebih berperan? Mengapa anak yang ber – IQ tinggi tidak sukses, sementara orang ber – IQ rata- rata menjadi sangat sukses?
Berbagai hasil penelitian membuktikan bahwa kecerdasan emosi memiliki peran yang jauh lebih penting dibanding kecerdasan intelektual. Kecerdasan otak hanya merupakan syarat minimal untuk meraih keberhasilan. Kecerdasan emosilah yang sesungguhnya mengantar seseorang menuju puncak prestasi. Manusia adalah makhluk dua dimensional yang membutuhkan penyelarasan kebutuhan akan kepentingan dunia dan akhirat. Oleh sebab itu manusia harus memiliki konsep duniawi atau kepekaan emosi dan intrelegensi yang baik (EQ dan IQ) dan penting pula penguasaan hubungan vertikal dengan Tuhan atau Spiritual Quotient (SQ). Dengan kata lain, setiap individu harus memiliki IQ, EQ, dan SQ dalam satu kesatuan integral.
ESQ merupakan sebuah mekanisme sistematis untuk me “manage” ketiga dimensi IQ, EQ, dan SQ kedalam satu kesatuan yang integral. Keintegralan tersebut akan menghasilkan energi yang dahsyat yaitu spirit kehidupan. Suatau kekuatan spirit dalam orbit “God Spot” (Titik Tuhan). Orbit “God Spot” adalah sebuah titik di alam otak manusia, yang memantulkan sinyal berupa gelombang getaran ketika seseorang berbicara dan beraktivitas yang menyangkut agama/ topik – topik spiritual.
 
B.    ESQ Sebgai Dasar Perencanaan Masa Depan

Emosional Spiritual Quotient (ESQ) sangat diperlukan oleh setiap individu dalam menjalani seluruh kehidupan. Kemampuan menghidupkan kebenaran paling dalam, artinya mewujudkan hal yang terbaik, utuh dan paling manusiawi dalam suatu kesadaran diri bersama cinta terhadap sesama dan Tuhan Yang Maha Esa. Dengan kecerdasan emosi dan spiritual individu akan bertindak arif, bijaksana, dapat menyikapi segala sesuatu dengan lebih jernih, dan cendrung mengisi hidup dengan sesuatu yaanga bermakna.
Kecerdasan emosi dan spiritual membimbing kita dalam merencanakan masa depan. Kesadaran akan kemampuan diri, kemampuan mengelola emosi yanga baik akan sangat bermanfaat apabila disertai dengan kesadaran adanya kekuasaan sari Tuhan Yang Maha Esa. Manakala kita dihadapkan pada berbagia permasalahan, segala usaha telah kita lakukan, Tuhan jualah yang menentukan hasilnya. Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin apabila Tuhan menghendaki.
Kecerdasan emosional spiritual terdapat di dalam hati kecil setiap individu. Berusahalah untuk mendengarkan suara hati, karena ‘dia’ lah yang paling jujur dan bijaksana dalam hidup Anda.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review